Sunday, 17 July 2011

LUGU

Negara kita tercinta ini memiliki beraneka ragam budaya, khususnya tanah jawa. Mengapa kita di jaman yang serba canggih seperti sakarang ini menghilangkan ciri khas sebagai orang jawa yaitu "lugu". LUGU merupakan sifat yang luhur dari pribadi orang jawa, mari kita kaji kembali makna sastra yang sangat sederhana di lingkungan masarakat bangsa yang mempertahankan kepribadian Nasionalnya, kemudian diangkat ke forum ilmiah yang di sinari oleh: Jawanologi lengkap dengan hukum ULTRAXKIUMXI nya menjadikan Rumus " BUDI DHARMA MULIA"

LUGU menurut jawanologi di artikan:
1. Lenggah Silo Mranoto Gomo. (senantiasa menghadap/sujud kepada Tuhan Yang Maha Kuasa/ibadah)
Betapa tinggi nilai kemanusiaanya, siapa yang benar-benar mencapai taraf ini.
2. Underane Laku den Wujudno kelawan Tindak-Tanduk-Tumindak Adedasar TATA-TITI-SUCI.
Nampak disini betapa manusia bertuhan yang selalu merasa kehadirannya di dunia ini; berkawan/tidak sendirian. Atas dasar kesadaran hukum bertuhan inilah manusia sangat Peka prasaannya, Peduli kepada sesama. Tidak akan berbuat sebelum beberapa kali berfikir untung ruginya secara interen (keluarga) exteren (orang lain/anggota masyarakat). Sebab manusia yang demikian ini adalah: Manusia prinsip yang produk ideal: Berani mengambil resiko demi tegaknya Kebenaran serta Keadilan Hakiki/Qodrati
3.Genah Moh - Duro - Cidro - Duroko (Berani menghakimi diri) inilah petahannan jiwanya yang tangguh dan tanggon.
4.Bila kita selalu dan senantiasa mampu secara tertib melakukan: Perintah ILLAHI (tulus serta mulus) ketiga kekuatan di atas maka hadiahnya/pahalanya"UNENGE KALBU MANGESTU TUNGGAL MRIH HAYUNE BAWONO" maka tercapailah kesejahteraan keluarga, masyarakat, bangsa bahkan dunia. Inilah kehendak ALLAH menurunkan Agama lengkap dengan segala firman serta petunjuknya (bukan untuk di hafalkan).

Bila kita hitung menurut sastra jawa LUGU terdiri dari 2 huruf yaitu La dan Ga yang berarti:
La = laku (Perbuatan/tindak- tanduk-tumindak)
Ga = Gusti (Tuhan yang maha kuasa)
huruf Lo berjumlah 10, sedangkan Go berjumlah 17 bila di satukan 10+17 = 27
10 = Asal tiada kembali ketiadaanya
17 = Ha -Ta (hananing tatanan/Hukum) Gusti genah prodo bagusing ati = Bila kita mengaku sebagai hamba Tuhan yang maha kuasa haruslah kita memiliki hati yang bersih/suci.
27 adalah 2+7 = 9
2 memiliki arti: Duoxxigomx oxxiumxi ( Hukum dan Kasih sayang ) sebagai pedoman dharma/perbuatan kita hidup dalam kehidupan baik interen maupun exteren.
7 memiliki arti: Pitedah tunggal ( petunjuk dari Tuhan yang maha kuasa/ kitab suci )
9 memiliki arti: Sangkang paraning dumadi ( Asal usul manusia/waktu kita belum lahir di dunia ini )

Setelah kita membaca uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa LUGU adalah satu sifat yang sangat luhur, janganlah kita merasa malu karena memiliki sifat yang lugu.
Lugu bukan berarti bodoh/colon/dudulz, akan tetapi lugu sangatlah baik daripada memiliki sifat rekayasa (suka pada kebohongan ) sebagai manusia bertuhan

No comments:

Post a Comment

MEMAKNAI SEDULUR SONGO

Saudara sembilan ( Sedulur songo ) kenyataannya tidaklah berada terus menerus dibagian badan Jasad Kasar ini. Halusnya berujud cahaya...