FILSAFAT PENDHAWA
pendhawa mempunyai makna hukum:
1. Pendadaraning titah iku tuhu mulo
2. Dhawuh kersaning Qodrati
3. Wajib den tindaki kelayan tulus mulus ayekti
Demikianlah hukum illahi yang berlaku bagi manusia, manusia harus selalu di godhok oleh derita serta kesengsaraan sebagai ujian mematangkan jiwa serta akhlak betuhanNYA (STRILIGXIGOMX OXXIUMXIUMXO)
Kesatria pandhawa senantiasa mendapat gemblengan lahir batin demi mempersiapkan Baratha Yuda Jaya BinagunNYA
pendhawa yang di sinari Hukum alfabetogxi: 16.5.14.4.8.23.1 = 72
I. 70 = berasal dari 17-8-45 :
a. Manusia tidak akan lepas dari hukum belahan tujunya.
b. Manusia pendhawa/Madrima Suprama/manusia super harus mencapai " INDRA LOKANYA " ( kesorgaanya/manunggalin kawulo gusti )
c. 8 = dari hukum masyarakat bangsa: demokrasi salaka darma yang di sebut Hastabharata : 8 jalan utama
1. Ora jahil 5. Ora diri
2. ora methakil 6. Ora dumeh
3. Ora drengki 7. Ora aji mumpung
4. Ora srei 8. Ora ma-pat-na
d. 45 = adalah jumlah rumus angka Qodrati jawanologi:0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
a.1 = Manungso (manunggaling roso/mani wangsa tetesing air mani yang menjelma INSAN mewujudkan bebrayan, msyarakat keluarga ( wongso)
satu padukuhan yang dipimpin Ki Pagede ( buyut dari semua wangsa)
b.2 = orang tua yang mengadakanya ( kalih - kagalih wontenipun taruna )
c.3 = Trimurti soko kencana shakti ( tigo- katitisaning igo kiwo-------wanito---- hawa dari tulang rusuk kiri Adam )
d.4 = Budhi darma mulia sebagai pewarna hidup manusia atau masih merupakan nur illahi/ catur dharmi sekawan : sembodo- kharsa - wanda perwujudtan
dari niat yang alami ( Qodrati ) " Catur hening wismendyia : melakukan sesuatu atas dasar kewajiban qodrati secara mantab.)
e.5 = lima : liwating manungso soko margo hino ( jalan dosa ) karenanya manusia harus membayar cicilan kharmanya atas dasar " Perbuatan yang terpuji"
gangsal : gangangane salangkang ( wadi = alat vital
f.6 = Nenem : nedya nembung karo sing kagungan mrih laras karo hananing toto lan susilo.
" Hiksana wudya dharmyastibwu Aum "
g.7 = Pitu : pitedah tunggal, sangkaning soko : Sir - Cipto - kharso ( tri gatra Yakti Guna )
Sir ingsun-Ciptaningsun-kharsaningsun
h.8 = Wolu: wohing luhur :Dikodratkan asal dari NYA, tata susila akan melahirkan budi pekerti luhur ( kharma phala )
i. 9 = Songo : - Sangkan paraning ngahurip
- Song - songe mula hana
( segala perbuatan mulia akan di dukung oleh segala kasihNYA) " dharmaningrum ptat tityuga hananing gung "
II. 2 = HUKUM SERTA KASIH SAYANG YANG MENYERTAI KITA ABDI PANGEJAHWANTAH SIFATNYA "
Hukum jawnologinya : pa : di pepet gatrnogxinya : 11- 12 - 9 = 32 pengetrapaning toto susilo mulo di pepet dining Gunging
dha : Dhawuh sabdaningsun den tindakno kelayan bener mungguhing pener.
Wa : Wahananing Sun, iku wujudno kelayan Wahananing iro kang mulus.
Betapa manusia selalu dan senantiasa mandapat petunjuk - ilhamNYA." disinilah bukti kenyataanya betapa leluhur bangsa tidak bosan-bosanya memberikan petunjuk serta hukum : Dharmaning astbwiya
Sunday, 17 July 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
MEMAKNAI SEDULUR SONGO
Saudara sembilan ( Sedulur songo ) kenyataannya tidaklah berada terus menerus dibagian badan Jasad Kasar ini. Halusnya berujud cahaya...
-
Negara kita tercinta ini memiliki beraneka ragam budaya, khususnya tanah jawa. Mengapa kita di jaman yang serba canggih seperti sakarang ini...
-
Apabila suksma manusia telah sempurna, niscaya akan sirna segala sesuatu yang dapat mengotori watak, seperti halnya sikap rakus dan impia...
No comments:
Post a Comment